Rabu, Agustus 15, 2018

"Kisah"

"Sebuah Kisah Rezeki di Kota Orang"

Kala itu terik matahari sangat menyengat,saya dan ke-2 teman saya ( 1 asli orang situ) hendak mencari makan untuk mengisi perut yang sedang kelaparan,terbersit dalam pikiran kami untuk makan mie ayam di pinggir jalan protokol terdekat,seperti biasalah kami melihat menu dan memesan makanan serta minuman sesuai selera.Sembari menunggu psanan kami datang,kami mengobrol-ngobrol dan bersendau gurau.Sempat kami melihat-lihat dan menengok tempat tersebut cukup ramai mengingat itu jam-jam istirahat.
Sesaat setelah itu,hidangan pesanan kami tiba.Setelah beberapa menit kami menyantap makanan,tiba-tiba ada ibu paruh baya (mungkin berumur sekitar 50-60 tahunan?) menghampiri meja makan kami,dalam benak kami mungkin ibu tersebut ingin mengambil sendok,garpu,kecap atau saos di meja makan kami karena di mejanya tidak lengkap/tersedia (saat menunggu hidangan kami tiba tadi,kami sempat melihat ibu tersebut juga makan di warung yang sama dengan kami bersama anak dan mungkin cucunya? tetapi kami tidak terlalu memperhatikan,karena berbeda meja makan dan posisisnya sedikit membelakangi meja makan kami).
Kemudian ibu tadi berkata dengan lirih dan pelan"sampun kula bayari mas,nggih",sembari bergegas keluar dan menuju ke motor matic yang sudah ditunggu oleh anak dan cucunya tadi untuk pulang/pergi dari warung tersebut.Kamipun hanya sempat mengucapkan terimakasih (tidak sempat berranya beliau siapa dan kenapa) sembari terbingung-bingung,terheran-heran,rasa tak percaya dan sejenak memberhentikan makan santapan kami.Kebingungan yang melanda kami bukan tanpa alasan,sebab dari kami bertiga tak satupun yang mengenal siapa beliau,bahkan satu teman kami yang asli daerah situpun tak mengenal siapa beliau,apalagi saya.
Sesaat setelah ibu tersebut meninggalkalkan warung ,kami melanjutkan menghaniskan santapan kami dengan perasaan masih bingung dan campur aduk,hingga muncul pertanyaan apakah ini beneran atau gimana? masih muncul perasaan bingung dan kaget sampai kami menghabiskan santapan di meja,Setelah menghabiskan santapan,teman saya inisiatif ke kasir untuk bertanya kepada penjaga kasir untuk mengkonfirmasi apakah benar ibu tadi sudah membayari makan siang kami.Kemudian kata-kata yang terlontar dari penjaga kasir tersebut benar adanya,bahwa ibu tadi sudah membayari makan siang kami.
Alhamdulillah,kami berhusnuzon mungkin di hari itu rezeki kami,Subhanallah....masih ada orang baik di jaman serba "edan" ini."Ingat apa yang kamu tanam itu yang kamu tuai".Jazakumullahahu Khairan Katsiran,terimakasih untuk beliau/ibu yang tidak kami kenal,sangat berbaik hati kepada kami.
(Hanya share pengalaman kami dan maaf bila bahasa sedikit agak belepotan)
Sekian dan terimakasih 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar